Minggu, 12 Mei 2013

Kenangan Terindah...

Jaypuritan.Com - Mari berbicara tentang kenangan! Sebuah kenangan yang dulu pernah terjadi, sebuah kenangan indah tentang masa kejayaan Islam dan ummatnya yang benar-benar menjadi ummat terbaik diantara golongan manusia yang eksis di dunia, sebuah kenangan yang dulu islam benar-benar menjadi rahmat bagi seluruh alam, dan sebuah kenangan tentang kemakmuran dan kekutan iman.

Mungkin tidak banyak orang tahu tentang semua kenangan indah itu, tapi tahukah kawan, bahwa cerita tentang kemakmuran kaum muslimin hingga sulit menemukan orang yang berhak menerima zakat…, cerita tentang kegagahan tentara kaum muslimin yang mampu menggetarkan setiap musuhnya…, cerita tantang kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi kaum muslimin –bahkan menjadi referensi bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi barat yang hari ini begitu digadang-gadangkan banyak orang- …, cerita tentang kebesaran dan kedigjayaan  kaum muslimin hingga mampu menguasai dan menyatukan ¾ dunia…, dan semua cerita indah lainnya yang merupakan cerita nyata dan pernah terjadi.

Dulu, saat kaum muslimin masih memegang islam sebagai sebuah Ideologi; Dulu, saat kaum muslimin masih terikat dalam ukhuwah Islamiyah; dulu ketika kaum muslim bernaung pada satu intitusi Khilafah Islam  -yang dengannya kaum muslim mengamalkan seluruh ajaran agama-, Dulu, saat kaum muslimin masih memiliki seorang pemimpin yang bernama Khalifah yang melindungi setiap tetes darahnya dan menjaga setiap jengkal tanah tempat tinggalnya.
Tapi sungguh sayang seribu kali sayang, semua cerita manis itu ternyata telah hancur berkeping dan luluhlantak tak berbentuk lagi  ketika kaum muslimin tidak lagi mempunyai Khilafah dan Khalifah sebagai pelindung; Ketika terjadinya peristiwa 28 Rajab 1342; ketika seorang munafik bernama Mustafa Kemal Attatruk atas dukungan inggris dan entitas yahudi dengan culas membelot dan meruntuhkan Khilafah isla;, Ketika Khalifah Abdul Hamid II dan seluruh keluarganya diusir dan diasingkan; ketika Negara-negara  kafir menancapkan hegemoninya atas negri-negri kaum muslimin –merampas segala apa yang dipunya; harta, kekuasaan bahkan pemikiran-; ketika kaum muslimin mulai menanggalkan islam dari rumah-rumah mereka; ketika ajaran islam hanya dijadikan sebatas wahana penyembahan ritual terhadap tuhan.

Setelah peristiwa itu ummat Islam tidak pernah lagi menikmati hari-hari bahagia, hari-hari penuh suka cita. Negri-negri kaum muslim yang tadinya bersatu kemudian dikerat-kerat menjadi 50-an lebih Negara bagian; ajaran islam dihinakan; ibu-ibu, anak dan sodara perempuan kita dilecehkan kehormatannya; tempat tinggal dan harta kekayaan kita dirampas, puluhan ribu saudara-saudara kita diberbagai negeri muslim terbunuh lantaran keislamannya; puluhan ribu lainnya di jebloskan ke penjara yang tak layak di huni manusia; jutaan lainnya terdampar menjadi pengungsi, tak ada tempat mengadu, tak ada yang dapat menolong mereka, penguasa-penguasa negri muslim pun hanya bisa diam seribu bahasa mereka telah dibutakan oleh ketakutan terhadap Amerika dan sekutunya. Alih-alih melawan mereka lebih memilih  melayani kepentingan tuannya dari pada melindungi rakyatnya sendiri.

Kawan, sekali lagi saya ingatkan bahwa semua cerita diatas adalah nyata, semuanya adalah fakta dan realitas yang pernah dan sedang terjadi. Kawan, dalam tulisan ini sama sekali tidak ada maksud saya untuk mengajak kalian sekadar bernostalgia tentang kenangan indah kejayaan islam dimasa lalu, atau mengajak anda untuk meratapi dan menyesali segala keterpurukan yang terjadi dimasa kini. Bukan, sungguh bukan untuk itu tulisan ini dibuat.

Setidaknya dalam tulisan ini saya ingin memberikan gambaran perbandingan kehidupan kaum muslimin yang sangat berkaitan erat dengan keberadaan dan ketiadaan Khilafah ditengah-tengah mereka. Ya, Khilafah..!. Khilafah adalah pembeda. Pembeda antara kemajuan dan kemunduran; Pembeda antara Kejayaan dan keterpurukan; Pembeda antara Kemulyaan dan Kehinaan…

Kawan, sejak manusia pertama diciptakan Allah SWT tidak menyertakan kepada manusia kemampuan untuk “menetapkan”. Begitu pula saat saya dan kalian diciptakan juga dengan kapasitas dan kadar kemampuan yang sama(baca: dari sisi kemanusiaannya), sehingga kita tidak bisa menentukan kapan kita dilahirkan? Apakah disaat umat islam Berjaya atau disaat umat islam terjajah seperti sekarang ini?. Namun dibalik segala keterbatasan dan segala kepasrahan menerima ketetapan itu kita masih bisa “memilih”. Ya… karna hidup adalah untuk memilih, maka akan selalu ada pilihan untuk mau bangkit dan memperbaiki kondisi.

Kawan kita sadar betul penyebab keterpurukan umat islam saat ini adalah ketiadaan Khilafah, maka dalam kondisi seperti ini mucullah pilihan bagi kita untuk berjuang atau tidak berjuang untuk mengembalikan Khilafah. Ketahuilah kawan, setiap pilihan mengandung resiko dan resiko terbesar dan menakutkan sepanjang sejarah paradaban manusia adalah Kematian…  Sepertihalnya kalian tahu dan aku tidak lebih tahu dari kalian bahwa kematian itu alami, fitrah bagi setiap manusia. “kalo gitu sama aja dong? lantas apa bedanya dengan orang yang tidak berjuang?” ohhh… tentu tidak… tidaklah seperti itu kawan… janganlah kalian berpikir senista itu… kematian adalah salah satu resiko dari perjuangan dan kematian memanglah fitrah bagi setiap manusia, tapi jangan lantas kalian manyama-ratakan seorang yang berjuang dan yang tidak berjuang karna sama-sama matinya. Tidak kawan.., jangan kawan..! Sungguh kematian seorang pejuang adalah kematian yang penuh budi pekerti  dan dicintai Allah SWT. Sementara matinya seorang yang tidak berjuang adalah kematian yang sia-sia –bahkan para ilmuan fiqih islam(baca: ulama) menyebutnya sebagai mati jahiliyyah– .

Setidaknya dari kita mempelajari sejarah dan membandingkan kondisi ideal yang semestinya  ummat islam berada dengan realitas saat ini semakin manyadarkan kita untuk memilih dan mengambil tanggungjawab untuk mengembalikan umat islam kepada kondisi ideal tersebut dengan segala resikonya. Ya.., Dengan Berjuang menegakkan Khilafah.

Karna hidup adalah memilih dan pilihan mengandung resiko, ambilah resiko yang dicintai Allah SWT tuhan kita.., Pencipta kita…

0 komentar:

 

YAYASAN KARTIKA HUSADA

  • Mush'ab Bin 'Umair Islamic Boarding School
  • RS. Hasto At-Thibb
  • Klinik Umum dan Bersalin dr. Hasto
  • ToTri Catering
  • Unit Pendidikan MBU IBS

  • SD Tahfidz Al-Qur'an Mush'ab Bin 'Umair (Boarding)
  • SMP Tahfidz Al-Qur'an Mush'ab Bin 'Umair (Boarding)
  • SMA Tahfidz Al-Qur'an Mush'ab Bin 'Umair (Boarding)
  • Alamat

    Jalan dr. Taruno, ling. II Adiarsa Pusaka, Kel. Adiarsa Barat - Karawang 41313

    Kontak 085710656703 mushabbinumair.ibs@gmail.com